Sunday, 22 September 2013

Saturday, 21 September 2013

Aturan Membuat Desain Logo



  1. Tidak boleh menggunakan lebih dari 3 warna.
  2. Hilangkan semua hal yang tidak perlu atau tidak penting dalam logo tersebut.
  3. Tulisan harus bisa dengan mudah terbaca, gunakan ukuran dan font yang sesuai.
  4. Logo dibuat harus bisa dikenali dengan mudah, biasanya menggunakan bentuk sederhana.
  5. Buat logo dengan bentuk dan layout yang unik.
  6. Lupakan apapun yang dipikirkan oleh orang terdekat Anda, ingat Anda membuatnya untuk siapa.
  7. Buat lebih dari 3 (tiga) opsi pilihan dengan karakter yang berbeda.
  8. Tidak boleh mengkombinasi logo yang sudah ada apalagi terkenal dan melabelnya menjadi karya sendiri.
  9. Tidak boleh menggunakan clipart / gambar kartun yang sudah punya arti sendiri sebelumnya.
  10. Logo harus bisa dibuat menjadi warna hitam putih tanpa menghilangkan bentuk asli logo berwarna.
  11. Logo harus bisa dipastikan bisa dikenali walaupun dengan warna yang dibalik (invert).
  12. Logo harus bisa dikenali ketika diubah ukurannya, terlebih dengan ukuran terkecil ketika dipakai pada produk tertentu.
  13. Jika logo terdiri atas ikon atau simbol tertentu, termasuk tulisan, letak harus bisa dikatakan bahwa mereka saling berlawanan / komplemen / berbeda satu sama lain.
  14. Hindari penggunaan tren logo terbaru, buat logo bisa dipakai sepanjang jaman.
  15. Jangan menggunalan efek spesial (masih boleh coba dihindari jika menggunakan gradasi, bayangan, efek cermin, dan cahaya berpendar).
  16. Sesuaikan layout logo berbentuk segitiga jika memungkinkan, hindari possible, hindari layout yang tidak dikenali secara bentuk visual (tak beraturan / abstrak).
  17. Hindari detail yang ribet, ruwet dan membingungkan.
  18. Pertimbangkan bagaimana logo akan disajikan dan tempat berbeda meletakkannya.
  19. Citrakan logo yang berani dan percaya diri / yakin, jangan dunakan yang lemah dan kusam / tumpul.
  20. Sadari bahwa Anda tidak membuat logo yang sempurna.
  21. Gunakan garis yang tebal untuk bisnis yang tajam, garis lembut untuk bisnis yang lembut, sesuaikan gaya / style dengan bisnis.
  22. Logo harus bisa mewakili apa yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan.
  23. Sebuah gambar foto tidak dibuat untuk sebuah logo.
  24. Buat presentasi kepada konsumen anda mengejutkan dan berpikirlah diluar kotak untuk itu.
  25. Tidak boleh menggunakan jenis font / huruf lebih dari dua.
  26. Setiap elemen logo harus disejajarkan / diratakan. Rata tengah samping kiri, kanan, atas, dan bawah.
  27. Logo harus terlihat utuh, solid, tidak ada jejak yang tidak perlu.
  28. Cari tahu siapa saja yang akan melihat/menikmati logo tersebut sebelum anda berpijak untuk memikirkan ide desain logo.
  29. Selalu pilih kegunaan / fungsi daripada inovasi.
  30. Jika nama / brand dikenali dan diingat, buatlah itu menjadi sebagai sebuah logo.
  31. Logo harus dikenali ketika dibuat efek mirror atau dibalik kiri/kanan/atas/bawah.
  32. Meskipun sebuah perusahaan yang besar sekalipun membutuhkan logo yang kecil/sesuatu yang mudah.
  33. Semua orang harus suka logo tersebut, tidak hanya yang memakai tetapi juga yang sekedar melihatnya.
  34. Buatlah bervariasi. Lebih bervariasi, semakin Anda mendapatkan logo yang tepat.
  35. Logo harus dipakai secara konsisten dalam segala kegunaan yang berbeda. Warna, bentuk, atau hal semacamnya. Kondisi atau keadaan logo terlihat sama.
  36. Logo harus mudah dideskripsikan / dijelaskan maksudnya.
  37. Tidak boleh menggunakan tulisan / kalimat sebagai sebuah logo.
  38. Buatlah ide desain menggunakan sketsa gambar terlebih dulu menggunakan kertas dan pensil kemudian anda bisa bernjak untuk membuatnya menjadi logo digital memakai komputer.
  39. Tetap gunakan logo yang sederhana.
  40. Jangan gunakan simbol globe dunia.
  41. Logo yang dibuat tidak boleh mengacaukan / mengalihkan fokus (distract).
  42. harus jujur terhadap apa yang ingin disampaikan dan apa yang diwakili, tidak dibuat-buat menjadi sesuatu yang bagus tapi tak mewakili artinya / tidak sesuai.
  43. Logo harus seimbang secara visual, keseimbangan dalam nirmana juga.
  44. Hindari menggunakan cahaya warna yang terang/menyala, neon/berpendar, gelap dan kusam.
  45. Master logo digital dibuat dalam format vektor agar proses perubahan ukuran tidak berubah (bitmap akan blur ).
  46. Jika sudah deal dalam desain logo, bila memungkinkan buatlah rangkaian tata cara membuat logo tersebut menggunakan software desain grafis tertentu, semacam tutorial. Hal ini akan memudahkan sepeninggal Anda untuk membuatnya ulang, disamping itu juga penikmat logo akan lebih mengenal logo jika itu diesebarluaskan.
  47. Logo yang dibuat tidak boleh melanggar satupun dari apa yang disampaikan diatas.

Terlahir Dari Otak Kanan

Tuesday, 17 September 2013

Karya Awal

RINGKASAN MATERI PENGETAHUAN LINGKUNGAN DAN KEBENCANAAN



Konsep Dasar Industri
Pada awal 1990, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas dikarenakan beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembangyang menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi kondisi perekonomian yang terpuruk, calon perdana menteri Tony Blair dan New Labour Party menawarkan agenda pemerintahan yang bertujuan untuk memperbaiki moral dan kualitas hidup warga Inggris dan memastikan kepemimpinan Inggris dalam kompetisi dunia di milenium baru, salah satunya dengan mendirikan National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris.
Setelah menang dalam pemilihan umum 1997, Tony Blair sebagai Perdana Menteri Inggris melalui Department of Culture, Media and Sports (DCMS) membentuk Creative Industries Task Force yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Inggris. Pada tahun 1998, DCMS mempublikasikan hasil pemetaan industri kreatif Inggris yang pertama, dimana industri kreatif didefinisikan sebagai: those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content. Definisi DCMS ini selanjutnya banyak diadopsi oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia.[1]

Revolusi Industri dan Pengertiannya
Revolusi Industri yaitu perubahan yang cepat di bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris keekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Revolusi Industri telah mengubah cara kerja manusia dari penggunaan tangan menjadi menggunakan
mesin. Istilah "Revolusi Industri" diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19.[2]
PENYEBAB TERJADINYA REVOLUSI INDUSTRI
Ada dua faktor penyebab terjadinya revolusi industri, yaitu:
1.   Faktor Ekstern (dari luar):
a.    Revolusi ilmu pengetahuan abad 16 : Francis Bacon, Rene Descartes, Galileo Galilei, Copernicus, Isaac Newton dll.
b.   Ditunjang adanya lembaga-lembaga riset yaitu : The Royal Society for Improving Natural Knowledge dan The Royal Society of England (1662).
2. Faktor Intern (dari dalam):
a.    Keamanan dan politik dalam negeri yang mantap.
b.   Berkembangnya kegiatan wiraswasta dari masyarakat kaya dan pemilik modal.
c.    Munculnya minat masyarakat pada industri manufaktur.
d.   Inggris, memiliki jajahan yang luas.
e.    Kaya akan sumber alam antara lain batubara (cokes) dan biji besi yang tinggi mutunya.
f.    Munculnya paham ekonomi liberal.
g.   Munculnya revolusi agraria dalam penataan tanah dan metode baru dalam pertanian.
h.    Pada abad 17 berkembanglah dunia pelayaran dan perdagangan.
i.      Di Inggris banyak berdiri kongsi dagang: EIC, Virginia Co, Plymouth Co dan Massachussets Bay Co.[3]



Jenis /  Macam-macam Industri  Berdasarkan Tempat dan Bahan Baku
·         Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
·         Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
·         Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1.      Industri padat modal
Adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2.      Industri padat karya
Adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =
1.      Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2.      Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
3.      Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.
4.      Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.[4]
Faktor-faktor industri:
·         Manusia
Manusia sebagai FOCAL POINT (titik fokus) dengan faktor-faktor produksi lain dalam Industri dan dampaknya terhadap Lingkungan. Manusia sebagai PERKERJA INDUSTRI bukan mesin atau robot. Manusia juga dipengaruhi psikologi, kesehatan, ekonomi, dan faktor lain yang sangat komplex yang proses produksi dan berdampak kepada lingkungan. Dalam industri peran manusia sangat vital pada setiap proses manajemen dan operasional produksi.


·         Mesin
Dahulu industir menggunakan alat-alat manual yang mengandalkan tangan dan kaki. Setelah ditemukannya alat-alat yang menggunakan mesin dan digerakkan oleh mesin uap, maka terjadilah penggantian dalam sistem kerja dan penghematan tenaga kerja.  Selain itu, mesin-mesin dapat memproduksi barang dengan cepat dalam jumlah yang besar.[5]
·         Material/Bahan Baku
Bahan baku adalah salah satu unsur penting yang sangat mempengaruhi kegiatan produksi suatu industri. Tanpa bahan baku yang cukup maka proses produsi dapat terhambat dan bahakan terhenti. Untuk itu pasokan bahan mentah yang cukup baik dari dalam maupun luar negeri / impor dapat melancarkan dam mempercepat perkembangan suatu industri.
·         Metoda
Metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Depag RI dalam buku Metodologi Pendidikan Agama Islam (2001:19)  Metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Menurut  WJS. Poerwadarminta dalamKamus Besar Bahasa Indonesia, (1999:767) Metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud.Berdasarkan definisi di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa metode merupakan jalan atau cara yang ditempuh seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
·         Manajemen
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tahap proses manajemen (ilmuan Stoner) yang terdiri dan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengendallan (controlling) atau disingkat POAC.
Ringkasnya pengelolaan tersebut diselenggarakan pada setiap tingkatan/tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
     Tahap Perencanaan  
     Tahap Pelaksanaan
     Tahap Pengawasan
·         Modal
Modal digunakan untuk membangun aset, pembelian bahan baku, rekrutmen tenaga kerja, dan lain sebagainya untuk menjalankan kegiatan industri. Modal bisa berasal dari dalam suatu negara serta dari luar negeri yang disebut juga sebagai penanaman modal asing (PMA).
·         Energi
Industri yang modern memerlukan sumber energi / tenaga untuk dapat menjalankan berbagai mesin-mesin produksi, menyalakan perangkat penunjang kegiatan bekerja, menjalankan kendaraan-kendaraan industri dan lain sebagainya. Sumber energi dapat berwujud dalam berbagai bentuk seperti bahan bakar minyak / bbm, batubara, gas bumi, listrik, metan, baterai, dan lain sebagainya.
·         Lingkungan/Alam
Kondisi alam yang baik serta iklim yang bersahabat akan membantu industri memperlancar kegiatan usahanya. Di Indonesia memiliki iklim tropis tanpa banyak cuaca yang ekstrim sehingga kegiatan produksi rata-rata dapat berjalan dengan baik sepanjang tahun. [6]

Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan disini dimaksud adalah hal yang berhubungan dengan manusia dalam lingkup industri. Menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN disebutkan bahwa ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
Tenaga kerja menjadi tulangpunggung dalam proses dan operasional produksi (barang/jasa), untuk itu aspek tenaga kerja perlu menjadi perhatian, akan berdampak kepada produksi, lingkungan dan kepada pekerja itu sendiri. Definisi Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Definisi Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.
Jenis Tenaga Kerja
     Tenaga Kerja Terdidik / Tenaga Ahli / Tenaga Mahir; Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mendapatkan suatu keahlian atau kemahiran pada suatu bidang karena sekolah atau pendidikan formal dan non formal. Contohnya seperti sarjana ekonomi, insinyur, sarjana muda, doktor, master, dan lain sebagainya.
     Tenaga Kerja Terlatih; Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja. Keahlian terlatih ini tidak memerlukan pendidikan karena yang dibutuhkan adalah latihan dan melakukannya berulang-ulang sampai bisa dan menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya adalah supir, pelayan toko, tukang masak, montir, pelukis, dan lain-lain.
     Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih; Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh tenaga kerja model ini seperti kuli, buruh angkut, buruh pabrik, pembantu, tukang becak, dan masih banyak lagi contoh lainnya.




Lingkungan kerja
Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan antar mahluk  hidup dengan alam, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. IImu tentang hubungan  timbal balik mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi (Soemarwoto, 1991: 19). Lingkungan hidup termasuk lingkungan dan kondisi sekitar tempat bekerja. Pekerja setiap hari bekerja 8-10 jam per hari berarti lebih sepertiga waktu berada ditempat kerja. Adanya “human error” akan berakibat pada produktifitas, lingkungan, dan bencana.
Kondisi Kerja
Menurut Stewart and Stewart, 1983: 53 : Kondisi Kerja adalah Working condition can be defined as series of conditions of the working environment in which become the working place of the employee who works there,kurang lebih dapat diartikan kondisi kerja sebagai serangkaian kondisi atau keadaan lingkungan kerja dari suatu perusahaan yang menjadi tempat bekerja dari para karyawan yang bekerja didalam lingkungan tersebut. Yang dimaksud disini adalah kondisi kerja yang baik yaitu nyaman dan mendukung pekerja untuk dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Meliputi segala sesuatu yang ada di lingkungan karyawan yang dapat mempengaruhi kinerja, serta keselamatan dan keamanan kerja, temperatur, kelambaban, ventilasi, penerangan, kebersihan dan lain–lain.
Oleh sebab itu kondisi kerja yang terdiri dari faktor-faktor seperti kondisi fisik, kondisi psikologis, dan kondisi sementara dari lingkungan kerja, harus diperhatikan agar para pekerja dapat merasa nyaman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.



Faktor Lingkungan Kerja
Standar Manajemen Lingkungan ISO 14000
Setelah standar manajemen mutu, kemudian dikenalkan standar manajemen lingkungan, penggunaan bahan dan penggunaan energi. Sertifikasi dikenal dengan nama ISO 14000. Pada tahun 1996 ISO 14000 sudah diterapkan, meskipun pelaksanaannya belum sebaik ISO 9000. Unsur-unsur yang dinilai dalam standar manajemen lingkungan seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel Elemen-elemen yang dinilai pada ISO 14000
No
Elemen yang dinilai
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Peredaran udara
Pembuangan limbah cair
Penyediaan air minum dan pengolahan limbah rumah tangga
Limbah
Gangguan
Kebisingan
Bau
Radiasi
Fasilitas tanaman dan kehidupan liar
Pengembangan daerah pinggiran
Perencanaan fisik
Analisis dampak lingkungan
Pengemasan

Sumber: Subagyo P.2000[7]

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja, seperti yang dikemukakan Sedarmayanti (1996:5),yaitu:
     Penerangan
     Suhu udara
     Suara bising
     Penggunaan warna
     Ruang gerak yang diperlukan
     Keamanan bekerja
Faktor-faktor fisik lingkungan kerja perlu mendukung dalam mengerjakan tugas. Faktor fisik yang dapat kita temukan pada lingkungan kerja yaitu:
     Sirkulasi udara
Udara disekitar kita dikatakan kotor apabila keadaan oksigen di dalam udara tersebut telah berkurang dan bercampur gas-gas lainnya yang membahayakan kesehatan tubuh. Hal ini diakibatkan oleh perputaran/aliran udara yang tidak normal. Kotoran udara disekitar kita dapat dirasakan dengan sesaknya pernafasan. Ini tidak boleh dibiarkan, karena akan mempengaruhi kesehatan tubuh dan akan cepat membut tubuh kita lelah. Sirkulasi udara dengan memberikan ventilasi cukup akan membantu penggantian udara kotor dengan udara bersih.
     Kebisingan
Kebisingan adalah salah satu polusi yang tidak dikehendaki manusia. Dikatakan tidak dikehendaki karena dalam jangka panjang, bunyi-bunyian tersebut akan dapat mengganggu ketenangan kerja, merusak pendengaran, dan menimbulkan kesalahan komunikasi bahkan kebisingan yang serius dapat mengakibatkan kematian.
Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan sound level meter. Prinsip kerja alat ini adalah dengan mengukur tingkat tekanan bunyi. Tekanan bunyi adalah penyimpangan dalam tekanan atmosfir yang disebabkan oleh getaran partikel udara karena adanya gelombang yang dinyatakan sebagai amplitudo dari fluktuasi tekanan. Tingkat tekanan bunyi dari berbagai bunyi yang sering kita jumpai dinyatakan dalam skala dB (desibel).

     Temperatur/suhu
Negara dengan dua musim seperti Indonesia, temperatur dalam lingkungan kerja, Grandjean (1993) memberikan batas toleransi suhu tinggi sebesar 35-40°C, kecepatan udara 0,2 m/detik, kelembaban antara 40-50%, perbedaan suhu permukaan <4°C.

     Kelembaban (humidity gauge)
Kelembapan udara (humidity gauge) adalah jumlah uap air diudara (atmosfer). Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan disebut dengan Higrometer.
Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalain sebuah bangunan dengan sebuah pengawal lembap (dehumithfier). Kelembaban ini sangat berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara. Suatu keadaan di mana temperatur udara sangat panas dan kelembaban tinggi akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran.
     Pencahayaan (illumination)
Pencahayaan didefinisikan sebagai jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan. Satuannya adalah lux (1 lm/m2), dimana lm adalah lumens atau lux cahaya. Salah satu faktor penting dari lingkungan kerja yang dapat memberikan kepuasan dan produktivitas adalah adanya penerangan yang baik.
     Getaran (vibration)
Getaran dapat diartikan sebagai gerakan dari suatu sistem bolak-balik. Getaran banyak di timbulkan dari lingkungan kerja dengan pengoperasian mesin mesin, alat-alat berat (excavator, bull doser, chain saw dll). Dampak yang di timbulkan dari getaran adalah berupa kerusakan yang mengarah pada tulang-tulang dan sistem cardiovascular juga berefek pada struktur bangunan tempat kerja. Getaran tangan dan lengan (hand and arm vibration). Getaran seluruh badan (whole body vibration)
     Radiasi
Faktor Fisik (Physical Hazards) radiasi ini merupakan efek dari gelombang elektromagnetik, gelombang radiasi dalam tingkat yang berlebihan dari batas baku yang diperkenankan. Radiasi dapat berupa radiasi pengion dan radiasi non pengion. Radiasi pengion, misalnya berasal dari bahan – bahan radioaktif yang menyebabkan antara lain penyakit – penyakit system pembuluh darah dan kulit, radiasi non pengion, radiasi elektromagnetik yang berasal dari peralatan yang menggunakan listrik, misalnya peralatan telekomunikasi dan elektronik lainnya.
Pengguna langsung maupun tidak langsung alat tersebut akan menyerap energy gelombang elektromagnetik yang bersumber dari alat tersebut. Hal tersebut merupakan Faktor Fisik sangat berpengaruh dan dapat mengakibatkan timbulnya penyakit akibat kerja (PAK) sehingga turut mempengaruhi produktifitas kerj , diantarnya bisa menimbulkan penyakit gangguan saraf pada tubuh terutama system saraf dan otak.

     Estetika
Faktor estetika (Aesthetic Factors) Menurut newstrom (1996:469-478) faktor keindahan ini meliputi:
      musik,
       warna
      dan bau-bauan. Musik,
warna dan bau-bauan yang menyenangkan dapat meningkatkan kepuasan kerja dalam melaksanakan pekerjaanya. Faktor lain yang penting adalah kebersihan, tertata, ergonomis juga faktor yang perlu dipertimbangkan.
     Polusi
Polusi adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup atau zat energi ke dalam suatu lingkungan, atau pengertian lainnya yaitu berubahnya tatanan lingkungan yang diakibatkan oleh manusia maupun alam sehingga lingkungan tersebut menjadi tidak sesuai dengan peruntukannya. Sementara zat yang menyebabkan polusi itu sendiri disebut Polutan.[8]
     Dan lain-lainya
Pengelolaan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
K3 adalah Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kerugian dan terhentinya proses produksi melalui penggunaan teknologi yang tepat  untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya.
     Pengelolaan: suatu rangkaian usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujan tertentu.
     Keselamatan Kerja: segala upaya yang kita lakukan untuk mencegah, menanggulangi dan menangani setiap hal yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.
     Kesehatan Kerja (Occupational health): kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan dengan faktor potensial yang mempengaruhi kesehatan pekerja. 
     Kecelakaan Kerja: adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.
PENGERTIAN ERGONOMI
Istilah “ergonomi” berasal dari bahasa latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan (Nurmianto, 2008). Menurut Sutalaksana (1979), egonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman . Ergonomi berkenaan berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia ditempat kerja, di rumah, dan di tempat rekreasi. Ergonomi disebut juga sebagai Human Factors. Ergonomi juga digunakan oleh beberapa ahli pada bidangnya misalnya: ahli anatomi, arsitektur , perancangan produk, fisika, fisioterapi, terapi pekerjaan, psikologi, dan teknik industri (definisi ini berdasar pada International Ergonomics Association).Ergonomic dapat berperan pula sebagai desain pekerjaan pada suatu organisasi, misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja, meningkatkan variasi pekerjaan.
Sumber:
Nurmianto, Eko. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS. 2008.
Sutalaksana, Iftikar Z. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung. 1979.



Referensi Tambahan
http://ainamulyana.blogspot.com/2012/01/pengertian-metode-pembelaaran-dan.html
http://arbelprasetyo.blogspot.com/
http://aria85ex.blogspot.com/2010/10/pengertian-dan-jenis-proses-produksi.htm
http://articles.latimes.com/1990-07-30/news/mn-749_1_jean-fourastie
http://centrasafety.com/manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-4/
http://ekoarianto.students.uii.ac.id/2009/03/25/dampak-industrialisasi-di-indonesia/
http://en.wikipedia.org/wiki/Factor_of_safety
http://ergonomi-teknikindustri.blogspot.com/2009/10/pengertian-ergonomi-istilah-ergonomi.html
http://gregybayu.blogspot.com/2011/10/jenis-jenis-perusahaan-dagang-jasa-dan.html
http://history-world.org/Industrial%20Intro.htm
http://hukum.unsrat.ac.id/naker/naker.htm
 http://id.shvoong.com/tags/pengertian-lingkungan-kerja/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja
http://ivanlipio.blogspot.com/2011/03/industrialisasi.htm
http://jasa.tokobagus.com/pendidikan-pelatihan/pendidikan-lanjutan/pelatihan-keselamatan-dan-sehatan-kerja-rumah-sakit-19100578.html
http://pelatihank3.com/sistem-manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-ohsas-18001/
 http://prodipps.unsyiah.ac.id/Jurnalmm/index.php/jurnal/4-salwahayatihasan
http://pusatukm.com/2011/06/30/pengertian-definisi-macam-jenis-dan-penggolongan-industri-di-indonesia/
 http://pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20494/4/Chapter%20II.pdf
http://rosmidahputrirauf.blogspot.com/2012/11/revolusi-industri-penyebab-dan-dampaknya.html
http://skpd.batamkota.go.id/indag/perindustrian/jumlah-industri-berdasarkan-jenis-industri-2001-2012/
http://staff.ui.ac.id/internal/131287959/material/SafetyChapter-1SMK3.pdf
http://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/02/11/7-faktor-yang-memperlambat-industri-indonesia-versi-kadin/
http://usahamart.wordpress.com/2012/01/21/jenis-industri-manufaktur-di-indonesia/
http://varoelpoe.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-industri.html
http://workspace.imperial.ac.uk/humanities/Public/files/Edgerton%20Files/edgerton_contradictions_of_technoglobalism.pdf
http://ww.its.ac.id/berita.php?nomer=1890
 http://www.anneahira.com/lingkungan-kerja.htm
http://www.anneahira.com/pengertian-industri.htm
http://www.environment.tn.nic.in/SoE/images/Industrialisation.pdf
 http://www.faculty.fairfield.edu/faculty/hodgson/Courses/so11/population/urbanization.htm
http://www.gerakanantitrafficking.com/index.php?option=com_content&view=article&id=71:uu-k
http://www.historyguide.org/intellect/lecture17a.html
http://www.informasi-training.com/manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-pada-pertambangan
http://www.isomwebs.com/search/pengertian-polusi-di-lingkungan-kerja/
http://www.its.ac.id/personal/files/pub/3906-moses-ie-MANAJEMEN%20RISIKO%20K3%20(KESELAMATAN%20DAN%20KESEHATAN%20KERJA)%20PADA%20PROYEK%20PEMBANGUNAN%20APARTEMEN%20PUNCAK%20PERMAI%20SURABAYA.pdf
http://www.majalahdermaga.com/articles/2013/01/19/pengelolaan-budaya-keselamatan-dan-kesehatan-kerja k3-di-industri
 http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/pengertian-kecelakaan-kerja.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/pengertian-lingkungan-kerja.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/upaya-meningkatkan-semangat-kerja.htm
http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=6383
 http://www.psychologymania.com/2012/12/faktor-faktor-disiplin-kerja.html
http://www.psychologymania.com/2012/12/jenis-lingkungan-kerja.html
 http://www.scribd.com/doc/33842974/STRATEGI-INDUSTRIALIASASI-INDUSTRI
 http://www.slideshare.net/alifasya/ketenagakerjaan
 http://www.slideshare.net/SthefanieParera/pengertian-jenis-penggolongan-industri
http://www.stan-im.ac.id/jsma/pdf/vol1/PENGARUH%20PENERAPAN%20MANAJEMEN%20KESELAMATAN%20DAN%20KESEHATAN%20KERJA%20(K3)%20TERHADAP%20KINERJA%20KARYAWAN%20MELALUI%20MOTIVASI%20PADA%20PERUSAHAAN%20GARMEN%20DI%20KAWASAN%20INDUSTRI%20RANCAEKEK.pdf
Lewis F. Abbott, Theories Of Industrial Modernization & Enterprise Development: A Review, ISM/Google Books, revised 2nd edition, 2003.