Konsep Dasar Industri
Pada
awal 1990, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas dikarenakan
beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembangyang
menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi
kondisi perekonomian yang terpuruk, calon perdana menteri Tony Blair dan New
Labour Party menawarkan agenda pemerintahan yang bertujuan untuk memperbaiki
moral dan kualitas hidup warga Inggris dan memastikan kepemimpinan Inggris
dalam kompetisi dunia di milenium baru, salah satunya dengan mendirikan
National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk
mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris.
Setelah menang dalam pemilihan umum
1997, Tony Blair sebagai Perdana Menteri Inggris melalui Department of Culture,
Media and Sports (DCMS) membentuk Creative Industries Task Force yang bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif
terhadap perekonomian Inggris. Pada tahun 1998, DCMS mempublikasikan hasil
pemetaan industri kreatif Inggris yang pertama, dimana industri kreatif
didefinisikan sebagai: those industries which have their origin in individual
creativity, skill and talent, and which have a potential for wealth and job
creation through the generation and exploitation of intellectual property and
content. Definisi DCMS ini selanjutnya banyak diadopsi oleh negara-negara lain,
termasuk Indonesia.[1]
Revolusi
Industri dan Pengertiannya
Revolusi Industri yaitu perubahan yang cepat di
bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris keekonomi industri yang
menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Revolusi
Industri telah mengubah cara kerja manusia dari penggunaan tangan menjadi
menggunakan
mesin. Istilah "Revolusi Industri" diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19.[2]
mesin. Istilah "Revolusi Industri" diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19.[2]
PENYEBAB TERJADINYA
REVOLUSI INDUSTRI
Ada dua faktor penyebab
terjadinya revolusi industri, yaitu:
1. Faktor Ekstern (dari luar):
a. Revolusi
ilmu pengetahuan abad 16 : Francis Bacon, Rene Descartes, Galileo Galilei,
Copernicus, Isaac Newton dll.
b. Ditunjang adanya lembaga-lembaga
riset yaitu : The Royal Society for Improving Natural Knowledge dan The Royal
Society of England (1662).
2.
Faktor Intern (dari dalam):
a. Keamanan dan politik dalam
negeri yang mantap.
b. Berkembangnya kegiatan wiraswasta
dari masyarakat kaya dan pemilik modal.
c. Munculnya minat masyarakat pada
industri manufaktur.
d. Inggris, memiliki jajahan yang luas.
e. Kaya akan sumber alam antara
lain batubara (cokes) dan biji besi yang tinggi mutunya.
f. Munculnya paham ekonomi
liberal.
g. Munculnya revolusi agraria dalam
penataan tanah dan metode baru dalam pertanian.
h.
Pada abad 17 berkembanglah dunia pelayaran dan perdagangan.
i. Di Inggris banyak berdiri kongsi dagang: EIC,
Virginia Co, Plymouth Co dan Massachussets Bay Co.[3]
Jenis
/ Macam-macam Industri Berdasarkan Tempat dan Bahan Baku
·
Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah
industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
·
Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku
didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
·
Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya
adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
Golongan / macam industri berdasarkan
besar kecil modal- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
1.
Industri padat modal
Adalah industri yang dibangun dengan modal yang
jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2.
Industri padat karya
Adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
Jenis-jenis / macam industri
berdasarkan klasifikasi atau penjenisannyaAdalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =
1.
Industri kimia dasar
contohnya
seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2.
Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan
bermotor, tekstil, dll
3.
Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.
4.
Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
Jenis-jenis
/ macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
Pembagian /
penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
Macam-macam
/ jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.[4]
1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.[4]
Faktor-faktor industri:
·
Manusia
Manusia sebagai FOCAL POINT (titik fokus) dengan
faktor-faktor produksi lain dalam Industri dan dampaknya terhadap Lingkungan.
Manusia sebagai PERKERJA INDUSTRI bukan mesin atau robot.
Manusia juga dipengaruhi psikologi, kesehatan, ekonomi,
dan faktor lain yang sangat komplex yang proses produksi dan berdampak kepada
lingkungan. Dalam
industri peran manusia sangat vital pada setiap proses manajemen dan
operasional produksi.
·
Mesin
Dahulu
industir menggunakan alat-alat manual yang mengandalkan tangan dan kaki. Setelah
ditemukannya alat-alat yang menggunakan mesin dan digerakkan oleh mesin uap,
maka terjadilah penggantian dalam sistem kerja dan penghematan tenaga kerja. Selain itu, mesin-mesin dapat memproduksi
barang dengan cepat dalam jumlah yang besar.[5]
·
Material/Bahan
Baku
Bahan baku adalah salah satu unsur
penting yang sangat mempengaruhi kegiatan produksi suatu industri. Tanpa bahan
baku yang cukup maka proses produsi dapat terhambat dan bahakan terhenti. Untuk
itu pasokan bahan mentah yang cukup baik dari dalam maupun luar negeri / impor
dapat melancarkan dam mempercepat perkembangan suatu industri.
·
Metoda
Metode adalah jalan yang harus
dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Depag RI dalam
buku Metodologi Pendidikan Agama Islam (2001:19) Metode berarti
cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna
mencapai tujuan yang ditentukan. Menurut WJS. Poerwadarminta
dalamKamus Besar Bahasa Indonesia, (1999:767) Metode adalah cara yang telah
teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud.Berdasarkan definisi
di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa metode merupakan jalan atau
cara yang ditempuh seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
·
Manajemen
Manajemen adalah ilmu dan seni
mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Tahap proses manajemen (ilmuan Stoner) yang terdiri dan perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), pengarahan (actuating), dan pengendallan (controlling) atau
disingkat POAC.
Ringkasnya pengelolaan tersebut diselenggarakan pada
setiap tingkatan/tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
– Tahap Perencanaan
– Tahap Pelaksanaan
– Tahap Pengawasan
·
Modal
Modal digunakan untuk membangun aset,
pembelian bahan baku, rekrutmen tenaga kerja, dan lain sebagainya untuk
menjalankan kegiatan industri. Modal bisa berasal dari dalam suatu negara serta
dari luar negeri yang disebut juga sebagai penanaman modal asing (PMA).
·
Energi
Industri
yang modern memerlukan sumber energi / tenaga untuk dapat menjalankan berbagai
mesin-mesin produksi, menyalakan perangkat penunjang kegiatan bekerja,
menjalankan kendaraan-kendaraan industri dan lain sebagainya. Sumber energi
dapat berwujud dalam berbagai bentuk seperti bahan bakar minyak / bbm,
batubara, gas bumi, listrik, metan, baterai, dan lain sebagainya.
·
Lingkungan/Alam
Kondisi
alam yang baik serta iklim yang bersahabat akan membantu industri memperlancar
kegiatan usahanya. Di Indonesia memiliki iklim tropis tanpa banyak cuaca yang
ekstrim sehingga kegiatan produksi rata-rata dapat berjalan dengan baik
sepanjang tahun. [6]
Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan disini dimaksud
adalah hal yang berhubungan dengan manusia dalam lingkup industri. Menurut
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN
disebutkan bahwa ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan
tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
Tenaga kerja menjadi tulangpunggung
dalam proses dan operasional produksi (barang/jasa), untuk itu aspek tenaga
kerja perlu menjadi perhatian, akan berdampak kepada produksi, lingkungan dan
kepada pekerja itu sendiri. Definisi Tenaga
kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk
masyarakat. Definisi Pekerja/buruh
adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk
lain.
Jenis Tenaga Kerja
– Tenaga
Kerja Terdidik / Tenaga Ahli / Tenaga Mahir; Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang
mendapatkan suatu keahlian atau kemahiran pada suatu bidang karena sekolah atau
pendidikan formal dan non formal. Contohnya seperti sarjana ekonomi, insinyur,
sarjana muda, doktor, master, dan lain sebagainya.
– Tenaga
Kerja Terlatih; Tenaga kerja
terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang
didapat melalui pengalaman kerja. Keahlian terlatih ini tidak memerlukan
pendidikan karena yang dibutuhkan adalah latihan dan melakukannya
berulang-ulang sampai bisa dan menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya adalah
supir, pelayan toko, tukang masak, montir, pelukis, dan lain-lain.
– Tenaga
Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih; Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah
tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh tenaga kerja
model ini seperti kuli, buruh angkut, buruh pabrik, pembantu, tukang becak, dan
masih banyak lagi contoh lainnya.
Lingkungan kerja
Inti dari permasalahan lingkungan
hidup adalah hubungan antar mahluk hidup
dengan alam, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. IImu tentang
hubungan timbal balik mahluk hidup
dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi (Soemarwoto, 1991: 19). Lingkungan
hidup termasuk lingkungan dan kondisi sekitar tempat bekerja. Pekerja setiap
hari bekerja 8-10 jam per hari berarti lebih sepertiga waktu berada ditempat
kerja. Adanya “human error” akan berakibat pada produktifitas, lingkungan, dan
bencana.
Kondisi
Kerja
Menurut Stewart and Stewart, 1983:
53 : Kondisi Kerja adalah Working condition can be defined as series of
conditions of the working environment in which become the working place of the
employee who works there,kurang lebih dapat diartikan kondisi kerja sebagai
serangkaian kondisi atau keadaan lingkungan kerja dari suatu perusahaan yang
menjadi tempat bekerja dari para karyawan yang bekerja didalam lingkungan
tersebut. Yang dimaksud disini adalah kondisi kerja yang baik yaitu nyaman dan
mendukung pekerja untuk dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Meliputi segala sesuatu yang ada di lingkungan karyawan
yang dapat mempengaruhi kinerja, serta keselamatan dan keamanan kerja, temperatur, kelambaban, ventilasi,
penerangan, kebersihan dan lain–lain.
Oleh sebab itu kondisi kerja yang
terdiri dari faktor-faktor seperti kondisi fisik, kondisi psikologis, dan
kondisi sementara dari lingkungan kerja, harus diperhatikan agar para pekerja
dapat merasa nyaman dalam bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas
kerja.
Faktor
Lingkungan Kerja
Standar Manajemen
Lingkungan ISO 14000
Setelah standar
manajemen mutu, kemudian dikenalkan standar manajemen lingkungan, penggunaan
bahan dan penggunaan energi. Sertifikasi dikenal dengan nama ISO 14000. Pada
tahun 1996 ISO 14000 sudah diterapkan, meskipun pelaksanaannya belum sebaik ISO
9000. Unsur-unsur yang dinilai dalam standar manajemen lingkungan seperti
terlihat pada tabel berikut.
Tabel Elemen-elemen
yang dinilai pada ISO 14000
No
|
Elemen yang
dinilai
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
|
Peredaran udara
Pembuangan limbah
cair
Penyediaan air
minum dan pengolahan limbah rumah tangga
Limbah
Gangguan
Kebisingan
Bau
Radiasi
Fasilitas tanaman
dan kehidupan liar
Pengembangan
daerah pinggiran
Perencanaan fisik
Analisis dampak
lingkungan
Pengemasan
|
Sumber: Subagyo P.2000[7]
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja,
seperti yang dikemukakan Sedarmayanti (1996:5),yaitu:
– Penerangan
– Suhu udara
– Suara bising
– Penggunaan warna
– Ruang gerak yang diperlukan
– Keamanan bekerja
Faktor-faktor fisik lingkungan kerja perlu mendukung dalam mengerjakan
tugas. Faktor fisik yang dapat kita temukan pada lingkungan
kerja yaitu:
– Sirkulasi udara
Udara
disekitar kita dikatakan kotor apabila keadaan oksigen di dalam udara tersebut
telah berkurang dan bercampur gas-gas lainnya yang membahayakan kesehatan
tubuh. Hal ini diakibatkan oleh perputaran/aliran udara yang tidak normal.
Kotoran udara disekitar kita dapat dirasakan dengan
sesaknya pernafasan. Ini tidak boleh dibiarkan, karena akan mempengaruhi
kesehatan tubuh dan akan cepat membut tubuh kita lelah.
Sirkulasi udara dengan memberikan ventilasi cukup akan
membantu penggantian udara kotor dengan udara bersih.
– Kebisingan
Kebisingan adalah salah satu polusi yang tidak
dikehendaki manusia. Dikatakan tidak dikehendaki karena dalam jangka panjang,
bunyi-bunyian tersebut akan dapat mengganggu ketenangan kerja, merusak
pendengaran, dan menimbulkan kesalahan komunikasi bahkan kebisingan yang serius
dapat mengakibatkan kematian.
Pengukuran kebisingan dilakukan dengan menggunakan sound
level meter. Prinsip kerja alat ini adalah dengan mengukur tingkat tekanan
bunyi. Tekanan bunyi adalah penyimpangan dalam tekanan atmosfir yang disebabkan
oleh getaran partikel udara karena adanya gelombang yang dinyatakan sebagai
amplitudo dari fluktuasi tekanan. Tingkat tekanan bunyi dari berbagai
bunyi yang sering kita jumpai dinyatakan dalam skala dB (desibel).
– Temperatur/suhu
Negara dengan dua musim seperti Indonesia, temperatur dalam
lingkungan kerja, Grandjean (1993) memberikan batas toleransi suhu tinggi
sebesar 35-40°C, kecepatan udara 0,2 m/detik, kelembaban antara 40-50%,
perbedaan suhu permukaan <4°C.
– Kelembaban (humidity gauge)
Kelembapan udara (humidity gauge) adalah jumlah uap air
diudara (atmosfer). Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan
absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif.
Alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan disebut
dengan Higrometer.
Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat
kelembapan udara dalain sebuah bangunan dengan sebuah pengawal lembap
(dehumithfier). Kelembaban ini sangat berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara.
Suatu keadaan di mana temperatur udara sangat panas dan kelembaban tinggi akan
menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran.
– Pencahayaan (illumination)
Pencahayaan didefinisikan sebagai jumlah cahaya yang
jatuh pada permukaan. Satuannya adalah lux (1 lm/m2), dimana lm
adalah lumens atau lux cahaya. Salah satu faktor penting dari lingkungan
kerja yang dapat memberikan kepuasan dan produktivitas adalah adanya penerangan
yang baik.
–
Getaran
(vibration)
Getaran dapat diartikan sebagai gerakan dari suatu sistem
bolak-balik. Getaran banyak di timbulkan dari lingkungan kerja dengan pengoperasian
mesin mesin, alat-alat berat (excavator, bull doser, chain saw dll). Dampak
yang di timbulkan dari getaran adalah berupa kerusakan yang mengarah pada
tulang-tulang dan sistem cardiovascular juga berefek pada struktur bangunan
tempat kerja. Getaran tangan dan lengan (hand and arm vibration).
Getaran seluruh badan (whole body vibration)
–
Radiasi
Faktor Fisik (Physical Hazards) radiasi ini merupakan
efek dari gelombang elektromagnetik, gelombang radiasi dalam tingkat yang
berlebihan dari batas baku yang diperkenankan.
Radiasi dapat berupa radiasi pengion dan radiasi non
pengion. Radiasi pengion, misalnya berasal dari bahan – bahan
radioaktif yang menyebabkan antara lain penyakit – penyakit system pembuluh
darah dan kulit, radiasi non pengion, radiasi elektromagnetik yang
berasal dari peralatan yang menggunakan listrik, misalnya peralatan
telekomunikasi dan elektronik lainnya.
Pengguna langsung maupun tidak langsung alat tersebut
akan menyerap energy gelombang elektromagnetik yang bersumber dari alat
tersebut. Hal tersebut merupakan Faktor Fisik sangat berpengaruh dan dapat
mengakibatkan timbulnya penyakit akibat kerja (PAK) sehingga turut mempengaruhi
produktifitas kerj , diantarnya bisa menimbulkan penyakit gangguan saraf
pada tubuh terutama system saraf dan otak.
– Estetika
Faktor estetika (Aesthetic Factors) Menurut newstrom (1996:469-478) faktor keindahan ini
meliputi:
• musik,
• warna
• dan bau-bauan. Musik,
warna
dan bau-bauan yang menyenangkan dapat meningkatkan kepuasan kerja dalam melaksanakan
pekerjaanya. Faktor lain yang penting adalah kebersihan, tertata, ergonomis juga faktor
yang perlu dipertimbangkan.
– Polusi
Polusi adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup atau zat energi ke
dalam suatu lingkungan, atau pengertian lainnya yaitu berubahnya tatanan
lingkungan yang diakibatkan oleh manusia maupun alam sehingga lingkungan
tersebut menjadi tidak sesuai dengan peruntukannya. Sementara zat yang
menyebabkan polusi itu sendiri disebut Polutan.[8]
–
Dan
lain-lainya
Pengelolaan
K3 (Keselamatan
dan Kesehatan
Kerja)
K3 adalah Suatu ilmu pengetahuan
dan penerapannya dalam upaya mencegah kerugian dan terhentinya proses produksi
melalui penggunaan teknologi yang tepat
untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya.
– Pengelolaan:
suatu rangkaian usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujan
tertentu.
–
Keselamatan Kerja: segala upaya yang
kita lakukan untuk mencegah, menanggulangi dan menangani setiap hal yang dapat
menyebabkan kecelakaan kerja.
–
Kesehatan Kerja (Occupational health):
kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan
dengan faktor potensial yang mempengaruhi kesehatan pekerja.
– Kecelakaan
Kerja: adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk
penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang
terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang
ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.
PENGERTIAN ERGONOMI
Istilah “ergonomi” berasal dari
bahasa latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dan dapat didefinisikan
sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan yang ditinjau secara
anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan
(Nurmianto, 2008). Menurut Sutalaksana (1979), egonomi adalah suatu cabang ilmu
yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat,
kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga
orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai
tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman .
Ergonomi berkenaan berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan,
keselamatan dan kenyamanan manusia ditempat kerja, di rumah, dan di tempat
rekreasi. Ergonomi disebut juga sebagai Human Factors. Ergonomi juga digunakan
oleh beberapa ahli pada bidangnya misalnya: ahli anatomi, arsitektur ,
perancangan produk, fisika, fisioterapi, terapi pekerjaan, psikologi, dan
teknik industri (definisi ini berdasar pada International Ergonomics
Association).Ergonomic dapat berperan pula sebagai desain pekerjaan pada suatu
organisasi, misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal
pergantian waktu kerja, meningkatkan variasi pekerjaan.
Sumber:
Nurmianto, Eko. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS. 2008.
Sutalaksana, Iftikar Z. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung. 1979.
Nurmianto, Eko. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS. 2008.
Sutalaksana, Iftikar Z. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Institut Teknologi Bandung. 1979.
Referensi Tambahan
http://ainamulyana.blogspot.com/2012/01/pengertian-metode-pembelaaran-dan.html
http://arbelprasetyo.blogspot.com/
http://aria85ex.blogspot.com/2010/10/pengertian-dan-jenis-proses-produksi.htm
http://articles.latimes.com/1990-07-30/news/mn-749_1_jean-fourastie
http://centrasafety.com/manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-4/
http://ekoarianto.students.uii.ac.id/2009/03/25/dampak-industrialisasi-di-indonesia/
http://en.wikipedia.org/wiki/Factor_of_safety
http://ergonomi-teknikindustri.blogspot.com/2009/10/pengertian-ergonomi-istilah-ergonomi.html
http://gregybayu.blogspot.com/2011/10/jenis-jenis-perusahaan-dagang-jasa-dan.html
http://history-world.org/Industrial%20Intro.htm
http://hukum.unsrat.ac.id/naker/naker.htm
http://id.shvoong.com/tags/pengertian-lingkungan-kerja/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja
http://ivanlipio.blogspot.com/2011/03/industrialisasi.htm
http://jasa.tokobagus.com/pendidikan-pelatihan/pendidikan-lanjutan/pelatihan-keselamatan-dan-sehatan-kerja-rumah-sakit-19100578.html
http://pelatihank3.com/sistem-manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-ohsas-18001/
http://prodipps.unsyiah.ac.id/Jurnalmm/index.php/jurnal/4-salwahayatihasan
http://pusatukm.com/2011/06/30/pengertian-definisi-macam-jenis-dan-penggolongan-industri-di-indonesia/
http://pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20494/4/Chapter%20II.pdf
http://rosmidahputrirauf.blogspot.com/2012/11/revolusi-industri-penyebab-dan-dampaknya.html
http://skpd.batamkota.go.id/indag/perindustrian/jumlah-industri-berdasarkan-jenis-industri-2001-2012/
http://staff.ui.ac.id/internal/131287959/material/SafetyChapter-1SMK3.pdf
http://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/02/11/7-faktor-yang-memperlambat-industri-indonesia-versi-kadin/
http://usahamart.wordpress.com/2012/01/21/jenis-industri-manufaktur-di-indonesia/
http://varoelpoe.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-industri.html
http://workspace.imperial.ac.uk/humanities/Public/files/Edgerton%20Files/edgerton_contradictions_of_technoglobalism.pdf
http://ww.its.ac.id/berita.php?nomer=1890
http://www.anneahira.com/lingkungan-kerja.htm
http://www.anneahira.com/pengertian-industri.htm
http://www.environment.tn.nic.in/SoE/images/Industrialisation.pdf
http://www.faculty.fairfield.edu/faculty/hodgson/Courses/so11/population/urbanization.htm
http://www.gerakanantitrafficking.com/index.php?option=com_content&view=article&id=71:uu-k
http://www.historyguide.org/intellect/lecture17a.html
http://www.informasi-training.com/manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-pada-pertambangan
http://www.isomwebs.com/search/pengertian-polusi-di-lingkungan-kerja/
http://www.its.ac.id/personal/files/pub/3906-moses-ie-MANAJEMEN%20RISIKO%20K3%20(KESELAMATAN%20DAN%20KESEHATAN%20KERJA)%20PADA%20PROYEK%20PEMBANGUNAN%20APARTEMEN%20PUNCAK%20PERMAI%20SURABAYA.pdf
http://www.majalahdermaga.com/articles/2013/01/19/pengelolaan-budaya-keselamatan-dan-kesehatan-kerja k3-di-industri
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/pengertian-kecelakaan-kerja.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/pengertian-lingkungan-kerja.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/upaya-meningkatkan-semangat-kerja.htm
http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=6383
http://www.psychologymania.com/2012/12/faktor-faktor-disiplin-kerja.html
http://www.psychologymania.com/2012/12/jenis-lingkungan-kerja.html
http://www.scribd.com/doc/33842974/STRATEGI-INDUSTRIALIASASI-INDUSTRI
http://www.slideshare.net/alifasya/ketenagakerjaan
http://www.slideshare.net/SthefanieParera/pengertian-jenis-penggolongan-industri
http://www.stan-im.ac.id/jsma/pdf/vol1/PENGARUH%20PENERAPAN%20MANAJEMEN%20KESELAMATAN%20DAN%20KESEHATAN%20KERJA%20(K3)%20TERHADAP%20KINERJA%20KARYAWAN%20MELALUI%20MOTIVASI%20PADA%20PERUSAHAAN%20GARMEN%20DI%20KAWASAN%20INDUSTRI%20RANCAEKEK.pdf
Lewis F. Abbott, Theories Of Industrial Modernization & Enterprise Development: A Review, ISM/Google Books, revised 2nd edition, 2003.
http://ainamulyana.blogspot.com/2012/01/pengertian-metode-pembelaaran-dan.html
http://arbelprasetyo.blogspot.com/
http://aria85ex.blogspot.com/2010/10/pengertian-dan-jenis-proses-produksi.htm
http://articles.latimes.com/1990-07-30/news/mn-749_1_jean-fourastie
http://centrasafety.com/manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-4/
http://ekoarianto.students.uii.ac.id/2009/03/25/dampak-industrialisasi-di-indonesia/
http://en.wikipedia.org/wiki/Factor_of_safety
http://ergonomi-teknikindustri.blogspot.com/2009/10/pengertian-ergonomi-istilah-ergonomi.html
http://gregybayu.blogspot.com/2011/10/jenis-jenis-perusahaan-dagang-jasa-dan.html
http://history-world.org/Industrial%20Intro.htm
http://hukum.unsrat.ac.id/naker/naker.htm
http://id.shvoong.com/tags/pengertian-lingkungan-kerja/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_kerja
http://ivanlipio.blogspot.com/2011/03/industrialisasi.htm
http://jasa.tokobagus.com/pendidikan-pelatihan/pendidikan-lanjutan/pelatihan-keselamatan-dan-sehatan-kerja-rumah-sakit-19100578.html
http://pelatihank3.com/sistem-manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-ohsas-18001/
http://prodipps.unsyiah.ac.id/Jurnalmm/index.php/jurnal/4-salwahayatihasan
http://pusatukm.com/2011/06/30/pengertian-definisi-macam-jenis-dan-penggolongan-industri-di-indonesia/
http://pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20494/4/Chapter%20II.pdf
http://rosmidahputrirauf.blogspot.com/2012/11/revolusi-industri-penyebab-dan-dampaknya.html
http://skpd.batamkota.go.id/indag/perindustrian/jumlah-industri-berdasarkan-jenis-industri-2001-2012/
http://staff.ui.ac.id/internal/131287959/material/SafetyChapter-1SMK3.pdf
http://syafaatmuhari.wordpress.com/2012/02/11/7-faktor-yang-memperlambat-industri-indonesia-versi-kadin/
http://usahamart.wordpress.com/2012/01/21/jenis-industri-manufaktur-di-indonesia/
http://varoelpoe.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-industri.html
http://workspace.imperial.ac.uk/humanities/Public/files/Edgerton%20Files/edgerton_contradictions_of_technoglobalism.pdf
http://ww.its.ac.id/berita.php?nomer=1890
http://www.anneahira.com/lingkungan-kerja.htm
http://www.anneahira.com/pengertian-industri.htm
http://www.environment.tn.nic.in/SoE/images/Industrialisation.pdf
http://www.faculty.fairfield.edu/faculty/hodgson/Courses/so11/population/urbanization.htm
http://www.gerakanantitrafficking.com/index.php?option=com_content&view=article&id=71:uu-k
http://www.historyguide.org/intellect/lecture17a.html
http://www.informasi-training.com/manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-pada-pertambangan
http://www.isomwebs.com/search/pengertian-polusi-di-lingkungan-kerja/
http://www.its.ac.id/personal/files/pub/3906-moses-ie-MANAJEMEN%20RISIKO%20K3%20(KESELAMATAN%20DAN%20KESEHATAN%20KERJA)%20PADA%20PROYEK%20PEMBANGUNAN%20APARTEMEN%20PUNCAK%20PERMAI%20SURABAYA.pdf
http://www.majalahdermaga.com/articles/2013/01/19/pengelolaan-budaya-keselamatan-dan-kesehatan-kerja k3-di-industri
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/pengertian-kecelakaan-kerja.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/pengertian-lingkungan-kerja.html
http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/upaya-meningkatkan-semangat-kerja.htm
http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=6383
http://www.psychologymania.com/2012/12/faktor-faktor-disiplin-kerja.html
http://www.psychologymania.com/2012/12/jenis-lingkungan-kerja.html
http://www.scribd.com/doc/33842974/STRATEGI-INDUSTRIALIASASI-INDUSTRI
http://www.slideshare.net/alifasya/ketenagakerjaan
http://www.slideshare.net/SthefanieParera/pengertian-jenis-penggolongan-industri
http://www.stan-im.ac.id/jsma/pdf/vol1/PENGARUH%20PENERAPAN%20MANAJEMEN%20KESELAMATAN%20DAN%20KESEHATAN%20KERJA%20(K3)%20TERHADAP%20KINERJA%20KARYAWAN%20MELALUI%20MOTIVASI%20PADA%20PERUSAHAAN%20GARMEN%20DI%20KAWASAN%20INDUSTRI%20RANCAEKEK.pdf
Lewis F. Abbott, Theories Of Industrial Modernization & Enterprise Development: A Review, ISM/Google Books, revised 2nd edition, 2003.
No comments:
Post a Comment